• Posted by : Unknown Kamis, 24 April 2014

    (c) 凌夢


    “—apakah ini cerita biasa lainnya?”



    Claim of Responsibility

    Awal dari cerita. Babak pembuka.

    Langit mendung terlihat di luar jendela. Musim dimana musim panas masih belum dimulai. Berhembus sebuah rumor. Tidak ada satupun yang tau detailnya. Tidak, tidak ada satupun yang seharusnya tau. Hanya, jika saja menemukan sebuah buku kosong dan pembatas buku, dikatakan bahwa keduanya tidak boleh disentuh.

    Peraturan dari Permainan Kematian

    Sebuah permainan dengan satu pengkhianat, ‘serigala’, telah dimulai.
    Jika kamu berharap untuk melarikan diri, berhati-hatilah pada akibatnya, dan menuju akhir.

    —Sekarang, awal dari Permainan Kematian yang menyenangkan telah dimulai.

    • Untuk mencapai akhir dari permainan, ‘serigala’ harus dibunuh.
    • Jika ‘serigala’ tidak bisa ditemukan, semua orang akan mati.
    • Sementara mencari ‘serigala’, permintaan dari Kokkuri-san harus ditemukan.
    • Kamu diberikan waktu satu minggu untuk memenuhi permintaan Kokkuri-san.
    • Jika permintaan tersebut diabaikan, maka kamu akan mati.
    • Jika permintaan tersebut diperlihatkan ke seseorang yang tidak termasuk dalam permainan, orang itu akan mati.
    • Sebelum permainan berakhir, kamu tidak bisa melarikan diri.

    *

    “Ini adalah sekilas berita.
    Hari ini, di sekolah yang berlokasi di prefektur ○○, telah ditemukan jasad seorang siswa.
    Sekarang ini, polisi tengah memulai investigasi dari berbagai kemungkinan kasus ini mungkinkah ditetapkan sebagai pembunuhan atau kecelakaan——“

    Suara mirip robot dari pembawa berita bergema kesekeliling dan memenuhi ruangan. Rasanya dunia ini seperti berputar, aku diserang suatu gelombang seperti vertigo.

    *

    Gambaran kejadiannya adalah sebagai berikut.

    Peristiwa ini terjadi menjelang akhir istirahat makan siang.
    Saksi pertama adalah seorang siswi dari sekolah yang sama.
    Siswi tersebut mengambil bola yang menggelinding ke balik semak-semak, dan tidak sengaja menabrak seseorang yang tengah berdiri di sana.
    Orang tersebut jatuh karena tubrukan tadi.

    Ketika siswi yang panik itu mengangkat kepalanya untuk meminta maaf, saat itulah dia menyadari sebuah ketidaknormalan.
    —orang yang ia tabrak tidak memiliki tubuh bagian atas, dan hanya setengah dari bagian bawah tubuhnya saja yang berada disana.
    Sesuai dengan kesaksian siswi tersebut, ‘itu’ mestinya sudah berdiri sendiri sebelum dia menabraknya.

    Pada sekitaran waktu yang sama, di atas tanah pada gang sempit di gerbang belakang sekolah.
    Saksi pertama disini adalah seorang siswa di sekolah yang sama.
    Berjalan melewati gerbang belakang untuk menyimpan alat pembersih di gudang peralatan, ketika ia kembali lewat gerbang belakang, ia melihat sebuah kejanggalan.

    — Di depan gerbang belakang, di mana tidak ada apa-apa sebelumnya, terdapat tubuh bagian atas.

    Di tanah beberapa meter jauhnya, tertinggal jejak-jejak dari sesuatu yang seperti diseret di tanah.
    Jejak itu…berasal dari arah lokasi tubuh bagian bawah.

    Tentunya, meskipun ada banyak siswa di halaman sekolah selama istirahat makan siang, tidak ada satupun yang melihat pelakunya.
    Dengan kata lain, peristiwa ini terjadi di ruangan tertutup yang diketahui sebagai sekolah: sebuah pembunuhan ruang tertutup.

    “……Jadi ini benar”

    Di hari itu, diadakan sebuah pertemuan darurat, dan sekolah akan segera ditutup untuk sementara waktu.
    Para murid tampaknya sudah kehilangan sentuhan dengan realita, dan karenanya mereka segera dibubarkan dan dipaksa pulang.
    Namun ada murid yang masih tinggal untuk mencari tau situasi yang sedang terjadi, beberapa ada juga yang sedang menunggu orangtua mereka, jelas saja tidak semua murid bisa meninggalkan sekolah sendirian setelah kejadian ini.

    Di lantai dua sebuah gedung sekolah lama, di sebuah ruangan kelas yang sebenarnya digunakan sebagai ruang musik, beberapa orang tengah berkumpul.
    Berbeda dari ketakutan samar yang terjadi pada murid lainnya; ekspresi mereka nampak tegang.

    “—Hey, siapa yang memberitaunya?—Siapa pengkhianatnya?!”
    “Aku ingin tau apakah kita juga akan, mati…..?”
    “……tenang.”
    “Mana mungkin aku bisa tenang dalam situasi seperti ini!”
    “….Kau masih…belum mengerti, kan….? Ini bisa saja hanya kebetulan….”
    “Mana mungkin ini kebetulan, kan?!”

    “Tenang!!”
    “……..”
    “……..Jika orang lain terlibat……kamu tidak ingin mati, kan?”
    “……..tch!!”
    “Bagaimanapun juga, seseorang sudah menerima surat…..”
    “Dengan kata lain, semuanya benar, kan? Um…..”
    “Sepertinya begitu.”
    “………………”

    Selama beberapa saat, kami terdiam. Diam dalam suatu titik keheningan yang dapat menyakitkan telinga.

    “—Hey………….apa yang harus kita lakukan?”
    “Untuk sekarang, kita benar-benar tidak memiliki pilihan selain melihat kelanjutannya, ya kan? Salah satu dari kita akan segera menerima surat……”
    “Ya, jadi setelah lewat satu minggu, satu diantara kita akan mati.”
    “Karena, karena ini adalah peristiwa semacam itu, pelakunya akan segera ditemukan, iya kan?!”

    “…………..iya, jika memang ada pelakunya.”

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © 2013 Free Time! - To Aru Kagaku no Railgun - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -